Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi kepemimpinan pelatih dalam membangun kerja sama tim pada Sekolah Sepak Bola (SSB) Maisa 27 Kota Bekasi. Komunikasi kepemimpinan pelatih menjadi faktor penting dalam proses pembinaan pemain usia dini, karena melalui komunikasi pelatih dapat mengarahkan, memotivasi, dan membina pemain untuk mencapai tujuan tim. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pola komunikasi kepemimpinan pelatih serta perannya dalam membangun kerja sama tim pemain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pelatih kepala sebagai informan kunci serta pemain SSB Maisa 27 usia 13 tahun sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi kepemimpinan pelatih didominasi oleh komunikasi instruksional yang berorientasi pada pengarahan tugas, seperti pemberian arahan teknis, strategi permainan, dan pembagian peran pemain. Selain itu, pelatih juga menggunakan komunikasi persuasif untuk memotivasi pemain serta komunikasi suportif dalam bentuk dukungan dan apresiasi terhadap pemain, meskipun intensitasnya masih terbatas. Komunikasi kepemimpinan pelatih berperan penting dalam membangun kerja sama tim melalui peningkatan koordinasi, disiplin, dan tanggung jawab pemain. Namun, dominasi komunikasi satu arah menyebabkan pemain cenderung bergantung pada arahan pelatih sehingga kemandirian dan inisiatif pemain belum berkembang secara optimal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan pelatih berperan efektif dalam membangun kerja sama tim, namun diperlukan keseimbangan antara komunikasi instruksional, persuasif, dan suportif agar dapat mendorong kemandirian serta partisipasi aktif pemain dalam proses pembinaan.