Penelitian ini membahas bagaimana komunikasi dalam keseharian kerja di lingkungan startup berfungsi sebagai teknologi kekuasaan yang membentuk perilaku, posisi, serta pengalaman kerja pekerja perempuan Generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana praktik komunikasi melalui bahasa, simbol, interaksi, serta media kerja beroperasi sebagai mekanisme pengawasan, normalisasi, dan pendisiplinan yang mereproduksi relasi kuasa di tempat kerja, sehingga fenomena Queen Bee muncul sebagai manifestasi dari praktik komunikasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kerja di startup tidak hanya berfungsi sebagai sarana koordinasi, tetapi menjadi mekanisme panoptikon yang menghadirkan pengawasan terus-menerus melalui CCTV, aplikasi absensi, KPI, laporan harian, rapat, serta percakapan digital. Praktik komunikasi tersebut mendorong pekerja melakukan pengawasan diri (self-surveillance), menginternalisasi standar organisasi, serta menyesuaikan perilaku sesuai norma yang dilegitimasi sebagai profesionalitas. Dalam proses ini, pekerja perempuan membentuk “tubuh yang patuh” dan relasi kuasa horizontal antarperempuan termanifestasi dalam bentuk fenomena Queen Bee.