Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi interpersonal dalam proses pengasuhan anak pengidap autis/ADHD, khususnya di lingkungan daycare yang menuntut interaksi intens antara pengajar dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami komunikasi interpersonal antara pengajar dan anak pengidap autis/ADHD dalam proses pengasuhan di Daycare Talenta Center Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang pengajar yang terlibat langsung dalam proses pengasuhan anak autis/ADHD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pengajar sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal pengajar dalam pengasuhan anak autis/ADHD dilakukan melalui keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, kesamaan, serta keterlibatan emosional yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing anak. Selain itu, ditemukan tiga bentuk praktik komunikasi yang dominan, yaitu penggunaan metode repetitif dalam penyampaian instruksi, metode pencontohan sebagai bentuk komunikasi nonverbal, serta penggunaan gaya komunikasi soft spoken untuk menciptakan rasa aman dan kenyamanan pada anak. Praktik komunikasi tersebut dilakukan secara konsisten dan berulang untuk membantu anak menjadi lebih tenang, responsif, dan terlibat dalam aktivitas pengasuhan.