Komunikasi Instruksional Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Down Syndrome Melalui Proses Pembelajaran Berbasis Modul di Sekolah Berkebutuhan Khsusus Rumah Melati
Penelitian ini membahas mengenai Komunikasi instruksional guru dalam meningkatkan prestasi siswa Down Syndrome melalui proses pembelajaran berbasis modul di sekolah berkebutuhan khusus rumah Melati. guru di sekolah ini mengajar siswa Down Syndrome yang memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda- beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi instruksional yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan prestasi siswa Down Syndrome melalui proses pembelajaran modul. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan teknik pusposive sampling untuk memilih informan yaitu kepala sekolah dan dua guru pengajar. Pada pengumpulan data ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi instruksional yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran berbasis modul sangat penting dalam belajar siswa Down Syndrome yang dapat dilihat dari cara guru memberikan materi kepada siswa dalam proses pembelajaran modul, yang diharapkan dengan adanya perubahan perilaku oleh siswa Down Syndrome. Kemudian dari lima proses komunikasi instruksional yang diterapkan di Sekolah Berkebutuhan Khusus meliputi proses spesifikasi isi dan tujuan instruksional yang dimana guru melakukan assessment awal pada kegiatan belajar, selanjutnya penaksiran perilaku mula, guru melakukan pengulangan materi mengetahui sejauhmana kemampuan yang dimiliki siswa, penetapan strategi instruksional yaitu guru menggunakan media yang dirancang khusus pada modul pembelajaran, organisasi satuan-satuan instruksional yaitu pengajar menyusun pesan atau materi secara bertahap, umpan balik yaitu respon yang diberikan siswa dalam proses belajar.