Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapat mahasiswa anggota Komunitas Film & TV (KOFFI) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mengenai sensor dan klasifikasi usia film bioskop. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang aktif sebagai anggota KOFFI dan memiliki pengalaman menonton serta memproduksi film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang sensor dan klasifikasi usia film sebagai mekanisme penting untuk melindungi penonton, khususnya anak dan remaja, dari konten yang tidak sesuai. Namun, penerapan sensor yang berlebihan dinilai berpotensi mengganggu keutuhan narasi film serta membatasi kebebasan berekspresi dan kreativitas pembuat film. Dalam perspektif literasi media, mahasiswa menunjukkan kemampuan kritis dalam memahami relasi antara regulasi, produksi pesan media, dan tanggung jawab sosial pembuat film. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas sensor dan klasifikasi usia film tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada tingkat literasi media pembuat film, pengelola bioskop, dan penonton.