Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya komunitas GTA V Roleplay sebagai ruang sosial virtual yang menghadirkan penggambaran budaya urban Amerika Serikat beserta identitas ras dan relasi kuasa di dalamnya. Dalam praktik Roleplay, karakter ras kulit hitam kerap digambarkan melalui stereotip street culture, kriminalitas, dan posisi sosial tertentu. Namun, penggambaran tersebut tidak hanya diterima secara pasif, melainkan juga mengalami proses adaptasi dan praktik perlawanan oleh pemain. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana penggambaran ras kulit hitam dibangun dalam narasi Roleplay serta pemain melakukan praktik perlawanan terhadap stereotip yang muncul dalam komunitas Laborro. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk penggambaran ras, proses adaptasi budaya urban, serta praktik perlawanan yang dilakukan pemain dalam GTA V Roleplay. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap pemain komunitas Laborro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya urban Amerika Serikat menjadi kerangka dominan dalam penggambaran identitas karakter. Meskipun demikian, pemain tidak sepenuhnya menerima penggambaran tersebut secara pasif. Terdapat proses adaptasi dan praktik perlawanan yang diwujudkan melalui pembalikan relasi superior inferior. Kesimpulannya, GTA V Roleplay berfungsi sebagai ruang sosial virtual yang tidak hanya mereproduksi penggambaran identitas ras, tetapi juga menjadi arena adaptasi dan praktik perlawanan.