Penelitian ini membahas simulasi budaya Jawa Keraton Yogyakarta yang dihadirkan melalui roleplay dalam komunitas Ngayogyakarta Hadiningrat pada platform game Roblox. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana simulasi budaya Jawa terbentuk dan dimaknai dalam roleplay di komunitas virtual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain netnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan perspektif teori simulasi dan simulacra Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Jawa direpresentasikan melalui seleksi dan penyederhanaan unsur budaya, seperti simbol visual, struktur peran, dan aktivitas seremonial yang disesuaikan dengan mekanisme permainan dan kebutuhan komunitas. Simulasi budaya tersebut membentuk pengalaman budaya virtual yang dirasakan bermakna secara sosial oleh anggota komunitas, meskipun disadari sebagai representasi dalam ruang digital dan tidak menggantikan praktik budaya Jawa di dunia nyata. Penelitian ini menyarankan agar komunitas virtual berbasis budaya dapat tetap memperhatikan nilai, batas, dan rujukan budaya aslinya dalam menghadirkan representasi budaya di ruang digital, serta bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji simulasi budaya pada platform dan konteks budaya yang berbeda.