Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fotografi sebagai media komunikasi dalam merepresentasikan dan memaknai bahasa isyarat melalui karya visual Muhammad Fauzi. Fotografi dipahami sebagai sistem tanda yang mampu menyampaikan pesan nonverbal secara simbolik dan emosional, sehingga berpotensi menjembatani pengalaman visual komunitas Tuli dengan audiens yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya fotografi Muhammad Fauzi tidak hanya merepresentasikan bentuk bahasa isyarat secara denotatif, tetapi juga membangun narasi mengenai identitas dan pengalaman hidup komunitas Tuli. Unsur studium terlihat pada struktur visual yang dapat dipahami secara kultural, sementara punctum muncul melalui detail gestur dan ekspresi yang menghadirkan keterlibatan emosional. Dengan demikian, fotografi berfungsi sebagai media komunikasi visual yang efektif dalam merepresentasikan bahasa isyarat sekaligus memperluas wacana inklusivitas sosial.