Penelitian ini membahas pemanfaatan digital storytelling oleh Museum Batik Indonesia melalui akun Instagram @mbatik.in dalam mewujudkan misinya sebagai pusat informasi batik di era digital, dengan latar belakang kebutuhan museum untuk menyesuaikan strategi komunikasi agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda, melalui media sosial yang menekankan aspek visual, narasi singkat, dan interaktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penerapan digital storytelling dalam penyusunan dan penyajian konten Instagram serta perannya dalam mendukung fungsi museum sebagai lembaga edukasi dan informasi batik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan Humas Museum Batik Indonesia, observasi konten Instagram @mbatik.in, dan dokumentasi, serta analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital storytelling diterapkan melalui proses yang sistematis mulai dari penentuan ide cerita, riset informasi batik, penyusunan narasi, perencanaan visual, hingga pengelolaan interaksi dengan audiens, dengan penyajian konten yang menggunakan bahasa sederhana, visual konsisten, dan tone komunikasi bersahabat sehingga mampu menyampaikan informasi batik secara edukatif, menarik, dan mudah dipahami serta mendukung misi Museum Batik Indonesia sebagai pusat informasi batik di ruang digital.