Penelitian ini membahas tentang komunikasi persuasif yang dilakukan oleh kader Posyandu dalam mendorong partisipasi lansia pada kegiatan Posyandu Lansia di Posyandu Anggrek 3. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi persuasif yang dilakukan kader kepada lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Untuk mengecek keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi metode. Wawancara dilakukan kepada ketua kader, kader aktif, serta lansia dengan kategori semi aktif dan tidak aktif. Berdasarkan data yang diperoleh, hasil penelitian menunjukkan bahwa komunkasi persuasif yang dilakukan kader posyandu berperan penting dalam meningkatkan partisipasi lansia. Proses komunikasi persuasif berlangsung melalui tahapan perubahan sikap yang meliputi perhatian, pemahaman, pembelajaran, penerimaan, dan penyimpanan pesan sebagaimana dijelaskan dalam teori perubahan sikap Carl Hovland. Pendekatan komunikasi secara langsung dengan bahasa yang sederhana, sikap ramah, sabar dan berulang mampu membangun sikap positif lansia sehingga mendorong mereka untuk mengikuti kegiatan Posyandu Lansia secara rutin.