Kesetaraan gender dalam pembagian peran domestik masih menjadi tantangan bagi perempuan Generasi Z yang menjalani peran ganda sebagai pekerja dan istri dalam keluarga yang dipengaruhi norma patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perempuan Generasi Z menegosiasikan pembagian peran domestik dengan suami melalui komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap enam perempuan Generasi Z yang telah menikah dan bekerja di sektor industri. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menggunakan perspektif teori resolusi konflik dan negosiasi dalam relasi intim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi pembagian peran domestik berlangsung melalui tiga pola komunikasi, yaitu adaptif, asertif, dan kompromi. Pola adaptif ditandai dengan penyesuaian diri dan penundaan pembahasan, pola asertif muncul melalui penyampaian kebutuhan secara langsung, sedangkan kompromi diwujudkan dalam pembagian tugas yang fleksibel dan situasional. Namun, negosiasi tersebut belum sepenuhnya menghasilkan pembagian peran yang setara. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal berperan penting dalam proses negosiasi peran domestik pada pasangan Generasi Z, meskipun nilai patriarki masih memengaruhi praktik relasi rumah tangga.