Pemberitaan isu keagamaan sering kali menghadirkan perbedaan cara pandang media dalam mengonstruksikan realitas sosial, khususnya pada peristiwa yang melibatkan kelompok mayoritas dan minoritas. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing pemberitaan perusakan Rumah Doa GKSI Anugerah di Padang pada portal Kompas.com dan Republika.co.id menggunakan model framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing yang menitikberatkan pada pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com membingkai peristiwa sebagai persoalan sosial akibat kesalahpahaman dan lemahnya komunikasi, serta menekankan penyelesaian melalui dialog dan peran pemerintah daerah. Sementara itu, Republika.co.id membingkai peristiwa dalam kerangka kerukunan antarumat beragama dengan menonjolkan imbauan moral dan peran lembaga keagamaan serta negara. Perbedaan framing ini menunjukkan bahwa media dipengaruhi oleh kepentingan redaksional dan ideologi, serta berimplikasi pada cara publik memahami isu kebebasan beragama dan posisi kelompok minoritas.