Penelitian ini membahas mengenai isu kesehatan mental pada Generasi Z menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan tingginya penggunaan media sosial. TikTok sebagai salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan oleh Generasi Z tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan refleksi diri, khususnya melalui konten bertema self improvement. Salah satu akun yang aktif menyajikan konten tersebut adalah akun TikTok @sundarindah, yang dikelola oleh seorang psikolog dan content creator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana resepsi dan pemaknaan followers Generasi Z terhadap konten self improvement yang diunggah pada akun TikTok @sundarindah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi Stuart Hall (1973). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada followers Generasi Z yang aktif mengonsumsi konten @sundarindah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi followers terbagi ke dalam tiga posisi pemaknaan, yaitu posisi dominan- hegemonik, posisi negosiasi, dan posisi oposisi. Mayoritas informan berada pada posisi dominan, di mana mereka menerima dan memaknai pesan self improvement sebagai konten yang relevan, reflektif, serta membantu meningkatkan kesadaran diri dan kesehatan mental. Sementara itu, sebagian informan berada pada posisi negosiasi yang dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, latar belakang, serta kondisi psikologis masing-masing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten self improvement di TikTok dapat menjadi media pendukung kesehatan mental bagi Generasi Z, namun pemaknaannya tetap bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh konteks sosial audiens.