Penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya keterlibatan masyarakat pada akun Instagram pemerintah, khususnya @diskominfobekasi, yang dituntut menjaga kredibilitas informasi sekaligus membangun kedekatan dengan audiens. Akun resmi pemerintah ini sering kali lebih mengutamakan akurasi dan formalitas pesan dibandingkan aspek interaktif yang diminati masyarakat, sehingga menarik untuk ditelaah bagaimana komunikasi digital dijalankan dalam penyampaian informasi publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan akun Instagram @diskominfobekasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan konsep 4C (Context, Communication, Collaboration, Connection) dari Chris Heuer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan akun Instagram @diskominfobekasi telah berperan penting sebagai sarana komunikasi publik pemerintah. Pola utama yang muncul meliputi pembentukan konteks pesan yang relevan, penggunaan bahasa sederhana, pemanfaatan berbagai fitur Instagram, serta kolaborasi dengan instansi lain. Namun, interaksi masyarakat masih rendah karena komunikasi cenderung satu arah, gaya bahasa yang digunakan masih formal, serta koneksi emosional dengan audiens belum sepenuhnya terbangun. Rendahnya engagement publik cenderung diatasi melalui kompromi berupa konten informatif dan edukatif, meskipun hal ini membuat akun pemerintah kurang diminati dibandingkan akun non-resmi yang lebih interaktif.