Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya kontradiksi identitas dalam praktik rap battle di kanal YouTube Rhyme Pays BRL, khususnya pada sosok Insthinc yang dikenal sebagai rapper underground sekaligus jaksa aktif. Profesi jaksa yang identik dengan struktur hukum dan otoritas negara dipandang berseberangan dengan nilai-nilai hip-hop yang lekat dengan semangat perlawanan dan kebebasan berekspresi. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis bagaimana penonton memaknai kontradiksi identitas ganda Insthinc sebagai jaksa sekaligus rapper dalam rap battle di kanal YouTube Rhyme Pays BRL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif dengan metode analisis resepsi melalui model encoding-decoding Stuart Hall. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan penonton yang mengikuti Rhyme Pays BRL serta memiliki pengalaman sebagai penikmat musik hip-hop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferred reading dalam dua video di kanal tersebut membingkai identitas jaksa sebagai identitas yang problematik di dalam arena hip- hop. Meskipun demikian, seluruh informan berada pada posisi negosiasi, yaitu menerima sebagian makna dominan sekaligus menyesuaikannya dengan pengalaman pribadi, pemahaman budaya, dan realitas sosial-ekonomi. Identitas jaksa dipandang dapat memunculkan ketegangan simbolik, namun tidak secara otomatis menghilangkan legitimasi Insthinc sebagai rapper. Temuan ini menegaskan bahwa khalayak berperan aktif dalam membangun makna serta menunjukkan bahwa negosiasi identitas dalam budaya hip-hop Indonesia berlangsung secara dinamis di ruang digital.