Penelitian ini bertujuan adalah untuk menjelaskan komunikasi interpersonal orangtua terhadap anak untuk membimbing dan melindungi anak dari dampak negatif konten tiktok di Kelurahan Harapan Baru, Kota Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif seperti wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Penggunaan metode ini mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, pendekatan ini lebih cocok digunakan untuk menangani keragaman realitas sosial. Kedua, metode ini memfasilitasi hubungan yang lebih dekat antara peneliti dengan informan. Ketiga, pendekatan ini lebih responsif dan adaptif terhadap nilai-nilai dan dinamika yang muncul dalam interaksi sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang memenuhi unsur keterbukaan, empati, dukungan, kesetaraan, dan sikap positif sebagaimana dikemukakan Devito terbukti menjadi fondasi penting dalam menghadapi risiko konten digital pada anak usia 10-14 tahun. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa komunikasi tersebut bersifat dinamis dan kontekstual, bergantung pada situasi, karakter anak, serta tingkat literasi digital dalam keluarga.