Penelitian ini menganalisis representasi soft masculinity dalam music video “Don’t Wanna Cry” oleh SEVENTEEN dengan menitikberatkan pada ekspresi emosional laki-laki yang ditampilkan melalui unsur visual dan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas dalam music video ini dibangun melalui representasi kesedihan, kerentanan, kehilangan, dan kelelahan emosional, yang terlihat dari gestur tubuh seperti menunduk, meringkuk, berlutut, menutup wajah, serta ekspresi wajah yang menunjukkan usaha menahan tangis. Representasi tersebut diperkuat oleh penggunaan latar ruang yang sepi dan teknik sinematografi yang menekankan isolasi serta ketidakberdayaan tokoh laki-laki. Temuan ini memperlihatkan bahwa ekspresi emosi tidak diposisikan sebagai kelemahan, melainkan sebagai bagian dari identitas maskulin, sehingga menantang konstruksi maskulinitas hegemonik yang menuntut laki-laki untuk selalu kuat dan menekan perasaan. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa maskulinitas emosional yang ditampilkan dalam music video “Don’t Wanna Cry” termasuk dalam kategori soft masculinity sebagaimana dikemukakan oleh Sun Jung, yaitu bentuk maskulinitas alternatif yang menekankan kelembutan emosional, kerentanan, dan ekspresi perasaan sebagai nilai yang sah dalam representasi laki-laki di budaya populer Korea.