Penelitian ini menganalisis resepsi khalayak remaja terhadap komunikasi keluarga dalam film Encanto menggunakan Teori Resepsi Stuart Hall. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana remaja memaknai gamabaran komunikasi keluarga dan bagaimana pengalaman sosial-budaya memengaruhi penerimaan pesan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur pada tujuh informan berusia 17-24 tahun yang dipilih. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas informan (enam dari tujuh) berada pada posisi negotiated, mereka menerima nilai-nilai keterbukaan dan empati namun tetap kritis terhadap hambatan keluarga hierarki, sementara satu informan menunjukkan posisi dominant hegemonic. Faktor utama penentu posisi adalah pola komunikasi keluarga yang dialami. Pola komunikasi keluarga berfungsi sebagai mediator antara pesan media dan interpretasi audiens.