Fenomena Korean wave mendorong berkembangnya fandom Kpop di Indonesia, termasuk Carat sebagai penggemar Seventeen. Interaksi yang intens pada antaranggota Carat tidak hanya membentuk kesamaan minat, tetapi juga melahirkan hubungan pertemanan yang melibatkan komunikasi interpersonal dan dinamika konflik. Permasalahan muncul ketika perbedaan pendapat kesalahpahaman, hingga konflik serius berpotensi mengganggu keharmonisan hubungan pertemanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal antaranggota Carat dalam membangun hubungan pertemanan, menidentifikasi dampak konflik interpersonal, serta memahami manajemen konflik yang digunakan antaranggota Carat dalam pertemanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesamaan minat terhadap Seventeen menjadi dasar terbentuknya pertemanan. Keakraban berkembang melalui komunikasi yang terbuka dengan saling berbagi cerita pribadi. Konflik dalam pertemanan antaranggota muncul akibat perbedaan pendapat, salah paham, dan adanya pihak yang merasa dirugikan. Konflik yang disebabkan oleh perbedaan pendapat dan salah paham mampu diselesaikan dengan komunikasi secara langsung dan spesifik, sehingga konflik dapat berdampak positif karena tidak merusak pertemanan. Sedangkan konflik yang disebabkan oleh kerugian tidak dapat diselesaikan karena pihak yang terlibat melakukan penghindara, sehingga konflik berdampak negatif pada hubungan pertemanannya. Dalam manajemen konflik, antaranggota Carat menggunakan gaya akomodasi untuk meredam konflik ringan dan menjaga pertemanan, serta gaya menghindar sebagai bentuk perlindungan diri ketika tidak terlibat langsung pada konflik. Manajemen konflik tersebut berperan untuk mempertahankan keberlangsungan pertemanan antaraanggota Carat.