Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perasaan negatif (seperti kecemasan, depresi, dan stres) yang dihasilkan dari proses komunikasi intrapersonal yang tidak efektif dapat memicu perilaku menyakiti diri sendiri (self- harm) pada perempuan Generasi Z di Kampung Kayuringin, Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap informan yang merupakan pelaku self-harm di Kampung Kayuringin, serta didukung oleh wawancara dengan psikolog klinis sebagai informan pendukung. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi data untuk memberikan gambaran mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi intrapersonal pelaku self-harm didominasi oleh dialog batin negatif yang meliputi proses sensasi, persepsi, memori, dan berpikir yang tidak adaptif. Informan cenderung memersepsikan diri mereka secara negatif (merasa gagal atau tidak berharga) akibat akumulasi memori traumatis masa lalu. Perilaku self-harm kemudian muncul sebagai bentuk pelampiasan emosi untuk mengalihkan rasa sakit psikologis yang tak tertahankan ke dalam rasa sakit fisik yang nyata guna mendapatkan ketenangan sementara.