Pabrik akan didirikan di Kawasan Gresik, Indro Kidul, Sidorukun, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hal ini dikarenakan lokasinya yang dekat dengan laut dan juga memiliki transportasi bahan baku yang mengharuskan mengimpor dari luar negeri dan juga mempermudah dalam pendistribusian Methyl Ester Sulfonate untuk dalam dan luar negeri. Proses produksi MES dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu reaksi sulfonasi metil ester menggunakan sulfur trioksida (SO3) dalam reaktor falling film, kemudian dilanjutkan dengan proses netralisasi menggunakan NaOH untuk menghasilkan produk MES. Reaksi sulfonasi bersifat eksotermis dan mengikuti kinetika orde satu semu terhadap metil ester. Kondisi operasi dirancang pada suhu 90 °C dan tekanan atmosfer dengan konversi sebesar 90%. Berdasarkan evaluasi ekonomi yang dilakukan, pabrik yang akan dibangun memiliki resiko rendah dengan Return On Investment (ROI) setelah pajak sebesar 29,34%, Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 2,7 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 58% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 47%. Berdasarkan peninjauan bahan baku, kondisi operasi, peluang penjualan produk, serta hasil evaluasi ekonomi dapat disimpulkan bahwa perencanaan pra rancangan pabrik pembuatan Methyl Ester Sulfonate layak untuk didirikan.