Pabrik akan beroperasi 330 hari per tahun, menggunakan lauryl alcohol dan asam sulfat sebagai bahan baku utama, dengan natrium hidroksida sebagai bahan pendukung dalam proses netralisasi. Lauryl alcohol akan bereaksi dengan asam sulfat dalam reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) pada suhu operasi 40°C dan tekanan 1 atm. Produk akhir berupa Sodium lauryl sulfate yang dihasilkan sebesar 378,79 kg/jam. Analisis kelayakan ekonomi menunjukkan Pengembalian Investasi (ROI) sebesar 20% sebelum pajak dan 14% setelah pajak, dengan Waktu Pengembalian Modal (POT) 3,3 tahun sebelum pajak dan 4,1 tahun setelah pajak. Selain itu, Titik Impas (BEP) adalah 62%, Shut Down Point (SDP) adalah 8,6%. Data evaluasi ekonomi ini menyimpulkan bahwa pabrik Sodium lauryl sulfate yang menggunakan lauryl alcohol dan asam sulfat layak untuk dibangun di Indonesia.