Pabrik Sodium Lauryl Sulfat merupakan pabrik yang dirancang dengan kapasitas 3.000 ton/tahun. Pabrik ini direncanakan akan dibangun di daerah Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten pada tahun 2027 dengan total karyawan 126 orang. Pabrik ini beroperasi selama 330 hari dalam setahun dengan bahan baku lauryl alkohol dan asam sulfat sebagai bahan utama, serta natrium hidroksida sebagai bahan pendukung dalam proses netralisasi. Lauryl alkohol akan direaksikan dengan asam sulfat ke dalam reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) dengan suhu operasi 40 °C dan tekanan 1 atm. Produk akhir yang keluar sebagai sodium lauryl sulfat sebesar 378,79 kg/jam produk akhir. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi diperoleh nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak 20% dan setelah pajak sebesar 14% dengan Pay Out Time (POT) sebelum dan sesudah pajak sebesar 3,3 tahun dan 4,1 tahun. Selain itu nilai Break Even Point (BEP) 62% dan Shut Down Point (SDP) 8,6%. Dari data evaluasi ekonomi yang didapat bisa disimpulkan bahwa pabrik sodium lauryl sulfat dari lauryl alkohol dan asam sulfat layak didirikan di Indonesia.