PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur kemasan fleksibel yang masih menghadapi permasalahan kualitas pada tahap proses printing. Berdasarkan data produksi periode Januari hingga Juni 2025, mesin printing menjadi penyumbang kecacatan terbesar dengan total 717 cacat dari empat jenis utama, yaitu miss register, faded colors, mottling, dan bercak tinta. Tingginya tingkat kecacatan tersebut berdampak pada menurunnya kualitas produk, meningkatnya biaya produksi, serta belum optimalnya pemenuhan permintaan pasar. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengendalian kualitas yang sistematis dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecacatan serta merumuskan usulan perbaikan guna menurunkan tingkat cacat pada proses printing. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) serta metode Taguchi untuk optimasi parameter proses. Pada tahap Define, dilakukan identifikasi Critical to Quality (CTQ) dan pemetaan proses menggunakan diagram SIPOC. Tahap Measure menggunakan peta kendali P, perhitungan DPMO, dan tingkat kapabilitas sigma untuk mengetahui kinerja proses. Tahap Analyze dilakukan dengan diagram fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab berdasarkan faktor manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan. Tahap Improve dilakukan usulan perbaikan menggunakan 5W+1H guna mengatasi permasalahan yang terjadi. Selanjutnya, tahap Control dilakukan untuk memastikan keberlanjutan perbaikan melalui pengendalian proses. Hasil penelitian diharapkan mampu menurunkan tingkat kecacatan, meningkatkan kapabilitas proses, serta mendukung peningkatan kualitas produk kemasan secara berkelanjutan di PT. XYZ.