Analisis Beban Kerja Karyawan Maintenance Mold PT. XYZ Dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) dan National Aeronaustics Space Administration Task Load Index (NASA-TLX)
Dalam era persaingan industri manufaktur yang semakin ketat, efisiensi dan produktivitas sumber daya manusia menjadi faktor penting bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Departemen maintenance mold sebagai unit pendukung utama proses produksi di PT. XYZ menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan beban kerja karyawan, yang berdampak pada keterlambatan penyelesaian perbaikan mold. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja karyawan maintenance mold PT. XYZ dengan mengombinasikan pendekatan objektif menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) dan pendekatan subjektif melalui metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX). Hasil perhitungan FTE menunjukkan bahwa sebagian karyawan berada pada kategori beban kerja berlebih (overload), yang ditandai dengan tingginya jam kerja dan kebutuhan lembur secara rutin. Sementara itu, hasil pengukuran NASA-TLX menunjukkan bahwa mayoritas karyawan mengalami beban kerja mental tinggi hingga sangat tinggi, terutama pada indikator kebutuhan fisik, tekanan waktu, dan usaha kerja. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efisiensi kerja, meningkatkan kelelahan, serta menyebabkan keterlambatan perbaikan mold. Berdasarkan hasil analisis, diusulkan perbaikan berupa pemerataan beban kerja, pengurangan jam lembur, serta penambahan tenaga kerja agar beban kerja fisik dan mental karyawan menjadi lebih seimbang, sehingga produktivitas dan kelancaran proses produksi di PT. XYZ dapat ditingkatkan.