Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah serta frekuensi pemesanan obat yang optimal dan memberikan rekomendasi perbaikan dalam sistem pengelolaan persediaan obat pada PT. Kreasi Usaha Cipta Utama agar lebih efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah Economic Order Quantity (EOQ) dengan mempertimbangkan komponen biaya pemesanan, biaya penyimpanan, persediaan pengaman (Safety Stock), dan titik pemesanan kembali (Reorder Point). Data penelitian diperoleh dari data permintaan obat, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan selama periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemesanan yang selama ini diterapkan perusahaan belum sepenuhnya didasarkan pada perhitungan kuantitatif yang terstruktur, sehingga frekuensi pemesanan cenderung lebih tinggi. Penerapan metode EOQ menghasilkan frekuensi pemesanan yang lebih efisien, yaitu 4 kali per tahun untuk Asam Mefenamat dan Ambroxol, 5 kali untuk Paracetamol, serta 3 kali untuk Ranitidine, dengan jumlah pemesanan optimal masing-masing sebesar 1.385 unit, 1.453 unit, 1.294 unit, dan 1.115 unit. Selain itu, penerapan Safety Stock dan Reorder Point mampu mengurangi risiko terjadinya kekosongan persediaan. Secara keseluruhan, metode EOQ terbukti dapat menurunkan total biaya persediaan serta meningkatkan