PT NSBM Indonesia merupakan perusahaan manufaktur komponen otomotif yang memproduksi bearing. Namun, dalam proses produksinya masih ditemukan permasalahan kualitas berupa produk cacat yang berdampak pada kerugian perusahaan. Berdasarkan data produksi periode Maret 2025 hingga Agustus 2025, diketahui bahwa Line F2 memiliki jumlah kecacatan tertinggi sebesar 243 pcs, dibandingkan Line F1 sebesar 196 pcs dan Line F3 sebesar 166 pcs. Jenis cacat yang paling dominan adalah shield dented dan seal scratch, yang secara akumulatif menimbulkan total kerugian finansial sebesar Rp21.175.000. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan penyebab cacat produk bearing serta merumuskan tindakan perbaikan yang tepat menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) dan Countermeasure. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi data produksi serta data kecacatan. Variabel yang dianalisis meliputi kondisi mesin, parameter proses, metode kerja, faktor operator, dan lingkungan kerja. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa kondisi mesin dan parameter proses merupakan faktor dominan penyebab terjadinya cacat, diikuti oleh metode kerja dan faktor operator. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan analisis akar masalah menggunakan diagram sebab-akibat dan metode 5 Whys untuk menyusun countermeasure berupa perbaikan setting mesin, peningkatan perawatan mesin, standarisasi prosedur kerja, serta pelatihan operator. Penerapan countermeasure ini diharapkan mampu menurunkan tingkat kecacatan produk dan meningkatkan kualitas proses produksi bearing di PT NSBM Indonesia.