Kemampuan membangun dan mempertahankan hubungan berpacaran merupakan aspek penting dalam perkembangan psikososial mahasiswa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara love language dan kepuasan dalam hubungan berpacaran pada mahasiswa dewasa awal. Studi ini didasarkan pada fenomena yang sering terjadi dalam hubungan pacaran, di mana perbedaan cara individu mengekspresikan dan menerima kasih sayang kerap menimbulkan kesalah pahaman, ketidak sesuaian harapan, serta perasaan kurang dihargai, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap tingkat kepuasan dalam hubungan. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik non-probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 mahasiswa dewasa awal yang sedang menjalin hubungan berpacaran, yang ditentukan berdasarkan perhitungan GPower. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara love language dalam hubungan berpacaran, di mana semakin sesuai dan terpenuhi love language yang diharapkan individu, maka semakin tinggi tingkat kepuasan dalam hubungan. Penelitian ini memperkaya khazanah kajian psikologi sosial, khususnya dalam memahami dinamika hubungan romantis pada mahasiswa dewasa awal. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa untuk mengenali dan mengomunikasikan love language masing-masing secara terbuka, serta menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan intervensi atau kajian lanjutan terkait kualitas hubungan berpacaran.