Keterlibatan peran ayah sering dikaitkan dengan berbagai permasalahan psikologis pada remaja, salah satunya kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan peran ayah dengan regulasi emosi pada remaja di SMKN X Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian berjumlah 214 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala keterlibatan peran ayah yang disusun berdasarkan aspek keterlibatan peran ayah menurut Hawkins et al. (2002) dan skala regulasi emosi Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA) yang dikembangkan oleh Gullone & Taffe (2012). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan perangkat lunak JASP. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,085 dengan nilai signifikansi p = 0,216 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan peran ayah dengan regulasi emosi. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang, baik pada variabel keterlibatan peran ayah maupun regulasi emosi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan peran ayah tidak berhubungan secara langsung dengan kemampuan regulasi emosi remaja, sehingga regulasi emosi dipengaruhi oleh faktor lain di luar keterlibatan peran ayah, seperti peran ibu, dukungan sosial, lingkungan sekolah, serta perkembangan kognitif dan emosional remaja.