Perceraian orang tua dapat berdampak pada kondisi psikologis remaja, terutama dalam proses penerimaan diri (self-acceptance). Remaja dengan orang tua yang bercerai rentan mengalami perasaan rendah diri dan kebingungan identitas. Dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitar berperan penting dalam membantu remaja menerima diri serta kondisi keluarganya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan self-acceptance remaja dalam konteks perceraian orang tua di Kota Bekasi. Penelitian yang dipilih merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik Non-probability sampling menggunakan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui Google Form yang disebarkan kepada responden yang berkriteria remaja (11-20 tahun) dengan orang tua yang bercerai di Kota Bekasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Package for Social Science) 26 version. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson dari 4 jenis dukungan sosial, diperoleh nilai koefisien korelasi yang paling tinggi sebesar 0,709 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang terletak pada jenis dukungan informasi. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan self-acceptance pada remaja dengan orang tua yang bercerai di Kota Bekasi. Hubungan positif tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima remaja, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka dalam menerima dirinya meskipun berada dalam kondisi perceraian orang tua. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan responden dengan melibatkan remaja dari berbagai wilayah dan latar belakang yang berbeda.