Perkembangan teknologi digital menjadikan media sosial sebagai sarana komunikasi utama bagi Generasi Z, namun juga meningkatkan risiko munculnya perilaku agresi verbal seperti menghina, mengejek, dan menyerang orang lain secara daring. Fenomena ini menimbulkan dampak psikologis dan sosial yang perlu dikaji secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan agresi verbal pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 115 responden Generasi Z berusia 17–25 tahun yang berdomisili di Kota Bekasi dan merupakan pengguna aktif media sosial. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Verbal Aggressiveness Scale (VAS) untuk mengukur agresi verbal dan Social Media Use Integration Scale (SMUIS) untuk mengukur penggunaan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan agresi verbal pada Generasi Z. Temuan ini mengindikasikan bahwa intensitas penggunaan media sosial tidak secara langsung memengaruhi kecenderungan agresi verbal. Faktor lain seperti regulasi emosi, kontrol diri, dan lingkungan sosial diduga memiliki peran yang lebih dominan dalam munculnya agresi verbal.