Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara motivasi kerja dan kebermaknaan hidup pada individu yang bekerja sebagai ojek online (Gojek). Kebermaknaan hidup merupakan aspek penting bagi individu untuk menghadapi tantangan kerja di tempat kerja, sementara motivasi kerja merupakan salah satu faktor yang menyebabkan munculnya perasaan bermakna tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pengemudi Gojek di Shelter Stasiun Kota Bekasi, menggunakan teknik sampling jenuh dengan sekitar 103 responden. Penelitian ini menggunakan dua skala, skala motivasi kerja, yang diadaptasi dari Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow, dan skala kepuasan hidup, yang didasarkan pada Meaning Life Quissioner (MLQ) Michael F. Steger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisen korelasi sebesar 0.179 dengan tingkat signifikansi (p) 0.071 (> 0.05), menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara motivasi kerja pengemudi Gojek dan kepuasan hidup mereka. Hipotesis ini menunjukkan bahwa gaya hidup pengemudi tidak stabil dan tidak berkontribusi pada motivasi kerja mereka, yang didukung oleh prinsip-prinsip eksistensial lainnya sebagaimana dijelaskan dalam teori Viktor Frankl.