Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak di Kota Bekasi yang berdampak jangka panjang terhadap kondisi psikologis dan sosial anak usia sekolah dasar. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya dalam skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berfokus pada intervensi psikologis bagi anak korban kekerasan seksual. Dengan menggunakan kerangka Trauma-Informed Care (TIC), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan praktik pendampingan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) dalam menangani serta memulihkan anak korban kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berfokus pada salah satu SDN di Bekasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke melalui tahapan familiarisasi data, pengkodean, pencarian, peninjauan, dan pendefinisian tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sense of safety dipahami sebagai fondasi utama dalam proses pemulihan anak, tidak hanya sebagai ketiadaan ancaman fisik, tetapi juga sebagai kondisi psikologis dan relasional yang memungkinkan anak merasa terlindungi, dipercaya, serta bebas dari tekanan untuk mengungkap pengalaman traumatis. Temuan juga menegaskan bahwa sense of safety menjadi inti penghubung antara prinsip TIC dan praktik pendampingan di lapangan melalui pengaturan lingkungan yang sensitif terhadap trauma, penguatan relasi empatik, serta pemberian ruang kontrol dan pilihan kepada anak dan keluarga. Penelitian ini menghasilkan model intervensi empatik berbasis TIC yang memperkuat kapasitas sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.