Studi ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan media sosial pada remaja yang berpotensi memunculkan perilaku agresif, khususnya agresi verbal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku agresif pada siswa SMP X. Metode yang dipergunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 100 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa skala penggunaan media sosial berdasarkan aspek Nasrullah (2015) dan skala perilaku agresif berdasarkan Buss & Perry (1992). Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan signifikan dan positif antara penggunaan media sosial dan perilaku agresif. Artinya, makin tinggi penggunaan media sosial, artinya makin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif pada remaja.