Perkembangan teknologi digital meningkatkan intensitas penggunaan media sosial, khususnya pada individu berusia 18–25 tahun. Kondisi ini dapat memicu social media fatigue yang berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social media fatigue dengan kesejahteraan psikologis pada pengguna aktif media sosial di Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 393 orang berusia 18–25 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Social Media Fatigue Scale (SMFS) dan Psychological Well-Being Scale (PWBS), dengan reliabilitas masing-masing sebesar α = 0,947 dan α = 0,960. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara social media fatigue dan kesejahteraan psikologis (r = −0,799; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat social media fatigue, maka semakin rendah tingkat kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini menyarankan agar individu lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menerapkan manajemen penggunaan yang sehat. Selain itu, peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel seperti kontrol diri dan dukungan sosial untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.