Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara internalized misogyny dan self-concept pada mahasiswi di Jakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 174 mahasiswi aktif berusia 18-25 tahun yang berkuliah di Jakarta, diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Robson Self-Concept Questionnaire (RSCQ) yang telah diadaptasi oleh Kristina Pae et al. (2024) dengan reliabilitas α = 0.89 dan skala Internalized Misogyny yang diadaptasi dari Bozkur (2020) dengan reliabilitas α = 0.906. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman melalui program JASP versi 19. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara internalized misogyny dan self-concept (rs = -0,305, p < 0,001). Hasil kategorisasi menunjukkan 70,11% responden memiliki self-concept rendah dan 74,14% responden memiliki internalized misogyny tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat internalized misogyny, semakin rendah self-concept mahasiswi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan program kesejahteraan psikologis mahasiswi dan kebijakan pendidikan yang sensitif gender.