Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 250 karyawan Generasi Z di Kota Bekasi, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei daring menggunakan dua instrumen penelitian, yaitu skala Work Life Balance yang mengacu pada konsep Hudson (2005) serta skala kepuasan kerja Job Satisfaction Survey (JSS) yang dikembangkan oleh Spector (1997). Hasil pengolahan data menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara Work Life Balance dan kepuasan kerja (r = 0,826; p < 0,001). Sebagian besar responden menunjukkan tingkat Work Life Balance yang tinggi (100%) dan kepuasan kerja yang tinggi (94,8%). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin optimal keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja yang dimiliki. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung Work Life Balance, seperti penerapan fleksibilitas kerja guna meningkatkan kepuasan kerja dan kesejahteraan karyawan Generasi Z.