Penelitian ini bertujuan untuk menggali mengenai pengalaman mahasiswi dalam menjalani hubungan romantis yang melibatkan perilaku seksual pranikah beserta dinamika psikologis yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi deskriptif. Partisipan penelitian terdiri atas dua mahasiswi yang memiliki pengalaman keterlibatan dalam perilaku seksual pranikah, serta didukung oleh informan terdekat dari masing-masing subyek. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan subyek dalam perilaku seksual pranikah dipengaruhi oleh kepercayaan yang tinggi terhadap pasangan, kebutuhan afeksi, rasa penasaran, serta harapan akan hubungan jangka panjang. Perilaku seksual pranikah dimaknai sebagai bentuk pembuktian cinta, validasi emosional, dan upaya mempertahankan hubungan. Namun, ketidakseimbangan antara keintiman dan gairah yang tinggi dengan komitmen yang belum stabil menimbulkan kerentanan emosional, terutama ketika ekspektasi subyek tidak direspons secara sepadan oleh pasangan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman hubungan romantis mahasiswi yang terlibat dalam perilaku seksual pranikah bersifat kompleks dan sarat makna emosional, sehingga perlu dipahami secara kontekstual dan holistik, bukan semata-mata sebagai perilaku berisiko.