Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dark triad personality dan kecenderungan perilaku selingkuh pada masyarakat di wilayah Bekasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 163 responden berusia 20–50 tahun yang pernah atau sedang berada dalam hubungan romantis. Instrumen yang digunakan adalah Infidelity Scale untuk mengukur perilaku selingkuh dan Short Dark Triad (SD3) untuk mengukur dark triad personality. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dark triad personality dan perilaku selingkuh (r = 0,396; p < 0,001). Mayoritas responden berada pada kategori tinggi baik untuk perilaku selingkuh maupun dark triad personality. Secara deskriptif, perempuan memiliki kecenderungan perilaku selingkuh yang sedikit lebih tinggi, sedangkan laki-laki menunjukkan kecenderungan dark triad personality yang sedikit lebih menonjol. Berdasarkan usia, perilaku selingkuh tertinggi terdapat pada kelompok usia 36–40 tahun, sementara dark triad personality tertinggi pada kelompok usia 41–45 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik kepribadian gelap berperan penting dalam meningkatkan kecenderungan perilaku selingkuh dalam hubungan romantis.