Hasil riset menunjukkan ditemukan degradasi nilai-nilai Pancasila dalam pergaulan remaja, meliputi penurunan penghargaan terhadap keragaman agama, empati, solidaritas, musyawarah, dan keadilan sosial. Penelitian juga mengidentifikasi faktor-faktor penyebab krisis identitas terkait intoleransi, termasuk pengaruh lingkungan sosial yang tidak mendukung, dampak negatif media sosial, lemahnya pendidikan karakter, kurangnya teladan orang tua, dan pengaruh kelompok sebaya yang eksklusif. Studi ini menekankan urgensi literasi nilai toleransi dalam membentuk profil pelajar Pancasila, yang berperan penting dalam meningkatkan pemahaman keberagaman, mengurangi konflik, mendorong sikap saling menghormati, dan membentuk karakter yang inklusif serta kritis.