Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perilaku bullying yang terjadi meliputi bullying fisik, bullying verbal, dan bullying psikologis, dengan bullying verbal sebagai bentuk yang paling sering ditemukan. Adapun peran guru dalam mengatasi perilaku bullying diwujudkan melalui peran sebagai pendidik, penasihat, teladan, dan fasilitator, yang dilakukan melalui pemberian nasihat, penanaman nilai karakter, pemberian contoh perilaku positif, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar guru meningkatkan upaya preventif dan kuratif terhadap bullying melalui penguatan pendidikan karakter, kerja sama dengan orang tua, serta penerapan prinsip Sekolah Ramah Anak secara berkelanjutan.