Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang banyak terjadi di kawasan industri, termasuk di kawasan industri MM2100. Aktivitas industri yang padat berpotensi menghasilkan gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), metana (CH4), nitrogen oksida (NOx), amonia (NH3), dan senyawa gas lainnya yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Namun, hingga saat ini pemantauan kualitas udara di kawasan tersebut belum dilakukan secara real-time dan belum memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) serta metode pengolahan data yang mampu mengklasifikasikan kualitas udara secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan pengukuran pencemaran udara secara real- time di kawasan industri MM2100. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan tiga sensor gas, yaitu MQ-135 untuk mendeteksi gas NH3, NOx, benzena, dan CO2; MQ-5 untuk mendeteksi LPG dan metana (CH4); serta MQ-7 untuk mendeteksi karbon monoksida (CO). Data hasil pembacaan sensor dikirimkan ke server melalui jaringan WiFi dan selanjutnya diolah menggunakan algoritma fuzzy logic metode Mamdani untuk menentukan kategori kualitas udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu melakukan pemantauan kualitas udara secara real-time dan menyajikan informasi dalam bentuk dashboard web yang menampilkan nilai sensor, grafik perubahan data, serta status kategori kualitas udara. Penerapan algoritma fuzzy logic terbukti mampu mengklasifikasikan data sensor yang bersifat tidak pasti menjadi informasi yang lebih mudah dipahami oleh pengguna. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan pihak pengelola kawasan industri dalam memantau kondisi kualitas udara secara cepat dan akurat.