Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri, disiplin kerja, kompensasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada industri tekstil dan garmen di Jawa Barat. Sektor ini merupakan salah satu industri padat karya yang berperan penting dalam mendukung perekonomian daerah dan nasional, namun menghadapi tantangan berupa fluktuasi pasar, tekanan produktivitas, serta rendahnya motivasi kerja karyawan yang berdampak pada pencapaian kinerja. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang menentukan kinerja karyawan dan peran motivasi sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui aplikasi SmartPLS. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur terhadap sejumlah karyawan dari beberapa perusahaan tekstil dan garmen di wilayah Bandung, Bekasi, Karawang, dan Cimahi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, melibatkan responden dengan masa kerja minimal satu tahun. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh indikator penelitian memiliki nilai loading factor > 0,70, Composite Reliability > 0,80, dan Average Variance Extracted (AVE) > 0,50, sehingga model pengukuran dinyatakan valid dan reliabel. Hasil analisis inner model menunjukkan bahwa efikasi diri dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan disiplin kerja dan kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi.