Pengaruh Kompetensi, Pengembangan Pegawai dan Manajemen Risiko Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Sebagai Variabel Mediasi Pada Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap
Transformasi digital menuntut pengelolaan SDM strategis (SHRM), bukan sekadar administratif. Namun, kesenjangan kompetensi menjadi hambatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dengan mengintegrasikan lima variabel independen (Kompetensi, Pengembangan Pegawai, Budaya Kerja, Adaptasi Teknologi, Manajemen Risiko) yang mempengaruhi Kinerja Pegawai, dengan Motivasi sebagai mediator kunci pada Aparatur Sipil Negara (ASN) generasi milenial di Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Latar belakang penelitian didasarkan pada tuntutan transformasi digital, pergeseran pola kerja, serta kebutuhan organisasi untuk meningkatkan kapabilitas SDM dalam menghadapi dinamika teknologi dan risiko operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, pengembangan pegawai, budaya kerja, adaptasi teknologi, dan manajemen risiko berpengaruh positif terhadap motivasi dan kinerja pegawai. Motivasi terbukti memediasi sebagian hubungan antara variabel independen dan kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM, kesiapan teknologi, serta penguatan budaya kerja adaptif dan manajemen risiko merupakan faktor strategis dalam memperkuat kinerja ASN generasi milenial dan merupakan kebaruan karena mengintegrasikan variabel-variabel dari berbagai domain (SDM, budaya, teknologi, manajemen risiko) yang jarang diuji bersamaan dalam satu model di konteks sektor publik Indonesia.