Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik Dewan Komisaris dan Direksi—usia, gender, tingkat pendidikan, kesesuaian pendidikan, ukuran dewan, masa jabatan, serta board index—terhadap profitabilitas BUMN sektor non-keuangan. Selain itu, penelitian ini menguji peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Data terkait karakteristik dewan diperoleh dari laporan tahunan BUMN sektor non-keuangan. Analisis meliputi pengujian direct effect dan moderating effect melalui prosedur bootstrapping. Hasil menunjukkan bahwa seluruh karakteristik dewan, termasuk board index, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Variabel usia, kesesuaian pendidikan, dan masa jabatan memiliki arah pengaruh positif namun sangat lemah, sedangkan gender, tingkat pendidikan, dan ukuran dewan menunjukkan arah negatif. Pengujian moderasi mengonfirmasi bahwa ukuran perusahaan tidak memoderasi hubungan karakteristik dewan terhadap profitabilitas (p-value > 0.05; t-statistic < 1.96). Namun, ditemukan bahwa ukuran perusahaan secara signifikan memoderasi hubungan antara board index dan profitabilitas (original sample = 0.137; t = 2.003; p = 0.045). Secara umum, karakteristik dewan tidak menjadi determinan profitabilitas BUMN sektor non- keuangan, baik secara langsung maupun melalui moderasi ukuran perusahaan. Temuan khusus pada board index menunjukkan bahwa keberagaman dan kualitas dewan lebih efektif dalam meningkatkan profitabilitas pada perusahaan berukuran besar. Efektivitas dewan dalam mendorong kinerja keuangan BUMN lebih dipengaruhi oleh dinamika organisasi dan kualitas tata kelola daripada karakteristik demografis semata.